INDONESIA BETON INNOVATION FORUM “PENDEKATAN INOVATIF DALAM MANUFAKTUR BETON PRACETAK DAN
PRATEGANG UNTUK PRODUKSI YANG OPTIMAL DAN EFISIEN”

Indonesia Emas 2045 menjadi cita-cita Indonesia yang saat ini sedang diperjuangkan untuk dicapai. Cita-cita ini mengandung semangat Indonesia yang ingin mewujudkan Indonesia maju dan mampu berdaya saing. Presiden Joko Widodo dalam Peluncuran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang berlangsung di Djakarta Theater menyatakan bahwa Indonesia sangat membutuhkan strategi yang cerdas dalam meraih Indonesia Emas 2045. Selaras dengan fokus pembangunan Indonesia, pemerintah terus menggencarkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan karena selain mempercepat tercapainya Indonesia Emas 2045, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjadi peluang terciptanya lapangan pekerjaan yang memadai, serta mendukung pembangunan yang merata di seluruh daerah. Industri beton pracetak dan prategang adalah jenis konstruksi berbasis industri manufaktur yang mempunyai kelebihan dalam aspek mutu yang terjaga, waktu pelaksanaan yang cepat, bahan baku terdapat di Indonesia, dan memenuhi konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development/green construction). Hal ini sejalan dengan prinsip industri hijau yang terus dipacu Kementerian Perindustrian yang bertujuan meningkatkan efisiensi sistem produksi dan mendukung implementasi ekonomi sirkular dan praktik terbaik, baik dalam manajemen perusahaan maupun pemilihan teknologi. Kementerian Perindustrian terus mendorong optimalisasi daya saing seluruh sektor manufaktur di Indonesia melalui penerapan proses produksi yang ramah lingkungan, dan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. 

Kapasitas produksi Anggota AP3I di akhir tahun 2023 tercatat sebesar 26,5 juta ton dari 68 pabrik yang tersebar diseluruh Indonesia. Kebutuhan beton pracetak untuk pembangunan infrastruktur sesuai RPJMN 2020-2024 diperkirakan sebesar 132,12 juta ton, sedangkan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) diperkirakan sebesar 27,52 juta ton. Hal ini kiranya menjadi penyemangat bagi Anggota AP3I untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Dalam menjalankan suatu usaha diperlukan efisiensi dan efektifitas untuk menunjang produktivitas, hal tersebut berlaku tidak terkecuali pada sektor industri beton pracetak dan prategang di Indonesia. Dengan demikian, teknologi dan inovasi diperlukan untuk alasan menunjang kebutuhan tersebut.

Pada kesempatan kali ini Asosiasi AP3I menjalin kerjasama dengan RATEC Pte Ltd menyelenggarakan Indonesia Beton Innovation Forum dengan tema “Pendekatan Inovatif dalam Manufaktur Beton Pracetak dan Prategang untuk Produksi yang Optimal dan Efisien”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid pada Selasa 12 Desember 2023 di Gondola Resto & Lounge Kebayoran Baru Jakarta Selatan, dengan peserta dari Pengurus dan Anggota Asosiasi AP3I, Industri Beton Pracetak & Prategang, Kontraktor, Konsultan, Perguruan Tinggi dan undangan terkait.

Forum diskusi ini akan focus pada inovasi dalam produksi beton pracetak dan prategang untuk memenuhi persyaratan dan standard pengembangan di masa depan. 

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk :
1. Berbagi pandangan tentang proyek-proyek infrastruktur prioritas tahun 2024 di Indonesia.
2. Memperoleh gambaran umum kapasitas dan target produksi beton practak dan prategang Anggota Asosiasi AP3I.
3. Berbagi teknologi dan inovasi dalam produksi beton practak dan prategang dengan hasil yang optimal dan efisien.
4. Menjajaki carbon trade sebagai prakarsa dari produsen beton practak dan prategang dalam mendukung upaya pemerintah menuju Net Zero Carbon di tahun 2060.
5. Memperkenalkan produk industri beton pracetak dan prategang Anggota Asosiasi AP3I serta mendorong penggunaan dan pengembangan beton pracetak dan prategang di Indonesia.

Narasumber dan Materi

DR. Ir. Syarif Burhanuddin,M.Eng, IPU
LPJK Kementerian PUPR
Fokus 2024 – Pengembangan Sumberdaya bagi Pengembangan Infrastruktur Prioritas yang Berkelanjutan di Indonesia.

Ir. Elvi Fadilah, MBA
Ketua Umum Asosiasi AP3I
Gambaran Umum Kapasitas dan Target Produksi Beton Pracetak dan Prategang di Indonesia

 Raymond Chan – Director RATEC Asia Pte Ltd
DfMA in Concrete Precast and Modular Production,

Falchetti Gabriele – VP Business Development MCT Italy S.r.l
Concrete Technology – Engineering: Extreme Projects Call for Extreme Expertise

Ir. Dudung Maulana T.
Sekretaris Jenderal Asosiasi AP3I
Carbon Trade sebagai Prakarsa dari Produsen Beton Pracetak & Prategang dalam Mendukung Upaya Pemerintah Menuju Net Zero Carbon di 2060

Materi Forum

Highlight

Dokumentasi