AP3I Indonesia

KOMPONEN BANGUNAN GEDUNG

Komponen pracetak untuk bangunan gedung berkembang pesat dalam dekade terakhir ini, karena memberi alternatif pada pasar akan sistem pembangunan yang lebih baik dari sistem konvensional dalam hal mutu, kecepatan dan ekonomis. Komponen bangunan gedung saat ini sangat bervariasi dalam hal material, metoda konstruksi dan fungsinya. Konsumen dapat memilih produk komponen yang sesuai dengan kebutuhan spesifik tiap proyek.

A. Half slab

Komponen half slab adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban selama konstruksi, beban layan selama bangunan berfungsi, dan diafragma kaku untuk menyalurkan beban gempa. Material umumnya beton bertulang. Slab pertama-tama difungsikan sebagai bekisting dan menahan beban konstruksi sebagai pelat satu arah, setelah itu dilakukan pengecoran untuk mendapatkan slab dengan ketebalan penuh. Pada saat layan, pelat sudah berperilaku sebagai pelat dua arah.

[table “” not found /]


B. Pre slab

Komponen pre slab adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban selama konstruksi, beban layan selama bangunan befungsi, dan diafragma kaku untuk menyalurkan beban gempa. Material umumnya beton prategang pratarik. Slab pertama-tama difungsikan sebagai bekisting tanpa penopang, dan menahan beban konstruksi sebagai pelat satu arah, setelah itu dilakukan pengecoran untuk mendapatkan slab dengan ketebalan penuh. Pada saat layan, pelat sudah berperilaku sebagai pelat dua arah.

[table “” not found /]


C. Full slab

Komponen full slab adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban selama konstruksi, beban layan selama bangunan befungsi, dan diafragma kaku untuk menyalurkan beban gempa. Ciri khas komponen ini adalah pada bagian tengah ketebalanan penuh, sedangkan pada bagian pinggir setengah tebal. Konfigurasi ini umumnya cukup kuat dalam menahan beban konstruksi sehingga kebutuhan penopangnya minimal, dan tidak perlu dilakukan pengecoran massal karena volume pengecoran sambungan antar pelat relatif sedikit.

Material umumnya beton bertulang. Slab pertama-tama difungsikan sebagai bekisting dengan penopang, dan menahan beban konstruksi sebagai pelat satu arah, setelah itu dilakukan pengecoran pada bagian sambungan untuk mendapatkan pelat dengan diafragma kaku. Pada saat layan, pelat sudah berperilaku sebagai pelat dua arah.

[table “” not found /]


D. Hollow core slab

Komponen hollow core slab adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban layan selama bangunan befungsi, dan diafragma semi kaku untuk menyalurkan beban gempa. Komponen ini cukup kuat dalam menahan beban konstruksi sehingga tidak membutuhkan penopangnya minimal.

Perkuatan beton adalah sistem prategang pratarik. Slab pertama-tama difungsikan menahan beban konstruksi sebagai pelat satu arah, setelah itu dilakukan pengecoran pada bagian sambungan untuk mendapatkan pelat dengan perilaku diafragma semi kaku. Pada saat layan, pelat tetap berperilaku sebagai pelat satu arah.

[table “” not found /]


E. Hollow core wall

en hollow core wall adalah komponen arsitektural bangunan gedung yang berfungsi menutup kulit luar bangunan. Komponen ini harus mampu menahan beban-beban selama konstruksi dan beban angin selama masa layan. Perkuatan beton adalah sistem prategang pratarik.

[table “” not found /]


F. Half hollow core slab

Komponen half hollow core slab adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban selama konstruksi, beban layan selama bangunan befungsi, dan diafragma kaku untuk menyalurkan beban gempa. Material umumnya beton prategang pratarik. Komponen ini dibuat dari komponen hollow core yang di cor setengahnya.

Slab pertama-tama difungsikan sebagai bekisting dengan penopang minimal, dan menahan beban konstruksi sebagai pelat satu arah, setelah itu dilakukan pengecoran untuk mendapatkan slab dengan ketebalan penuh. Pada saat layan, pelat sudah berperilaku sebagai pelat dua arah.

[table “” not found /]


G. Fasad beton bertulang

Komponen fasad beton bertulang adalah komponen arsitektural bangunan gedung yang berfungsi menutup kulit luar bangunan. Komponen ini harus mampu menahan beban-beban selama konstruksi dan beban angin selama masa layang.

[table “” not found /]


H. Dinding struktur

Komponen dinding struktur adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban vertikal akibat gravitasi dan beban lateral akibat beban gempa.
Perkuatan dinding umumnya beton bertulang. Sambungan antar dinding dapat berupa sambungan kering, sambungan basah, sambungan selubung (sleeve).

[table “” not found /]


I. Sandwich panel

Sandwich panel adalah komponen yang tersusun dari panel styroform yang diapit oleh wiremesh, dan kemudian dikamprot dengan mortar. Komponen ini dapat difungsikan sebagai lantai sebagai komponen struktural, dan komponen dinding yang dapat difungsikan sebagai komponen arsitektural maupun struktural. Keistimewaan produk ini adalah ringannya panel styroform, sehingga dapat dipasang dengan tangan.

[table “” not found /]


J. Dinding beton ringan

Komponen dinding beton ringan adalah komponen arsitektural bangunan gedung yang berfungsi sebagai dinding pembatas antar ruangan. Keistimewaan produk ini adalah ringan sehingga bisa dipasang dengan tangan, pelaksanaan cepat, dan dapat langsung difinish. Sambungan dapat berupa sambungan kering maupun sambungan basah.

[table “” not found /]


K. Fasad beton ringan

Komponen fasad beton ringan adalah komponen arsitektural bangunan gedung yang berfungsi menutup kulit luar bangunan. Komponen ini harus mampu menahan beban-beban selama konstruksi dan beban angin selama masa layan. Keistimewaan produk ini adalah ringan sehingga bisa dipasang dengan tangan, pelaksanaan cepat, dan dapat langsung difinish. Sambungan dapat berupa sambungan kering maupun sambungan basah.

[table “” not found /]


L. Panel lantai beton ringan

Komponen panel lantai beton ringan adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban layan selama bangunan befungsi, dan diafragma semi kaku untuk menyalurkan beban gempa. Komponen ini cukup kuat dalam menahan beban konstruksi sehingga tidak membutuhkan penopangnya. Keistimewaan produk ini adalah ringan sehingga bisa dipasang dengan tangan, pelaksanaan cepat, dan dapat langsung difinish. Sambungan dapat berupa sambungan kering maupun sambungan basah. Perkuatan beton adalah sistem beton. Slab pertama-tama difungsikan menahan beban konstruksi sebagai pelat satu arah, setelah itu dilakukan pengecoran pada bagian sambungan untuk mendapatkan pelat dengan perilaku diafragma semi kaku. Pada saat layan, pelat tetap berperilaku sebagai pelat satu arah.

[table “” not found /]


M. Tangga

Komponen tangga adalah komponen struktural bangunan gedung yang berfungsi menahan beban layan transportasi vertikal dalam gedung. Perkuatan komponen umumnya beton bertulang. Sambungan ke rangka atau ke pelat lantai dapat berupa sambungan kering maupun sambungan basah.

[table “” not found /]