Workshop Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi dengan Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan dengan Prinsip Industri Hijau
WORKSHOP
Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi dengan Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan dengan Prinsip Industri Hijau
Kamis, 3 Juli 2025 Ruang Garuda Main Hall Lantai 2 – ICE BSD
Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (Asosiasi AP3I) adalah asosiasi rantai pasok jasa konstruksi yang telah banyak berperan dalam mendukung proyek infrastruktur serta bangunan gedung dan perumahan di Indonesia. Pada pertengahan tahun 2025, kapasitas produksi Anggota Asosasi AP3I tercatat sebanyak 27,4 juta ton dari 70 pabrik yang tersebar di Indonesia. Kapasitas ini cenderung turun sejak tahun 2020 akibat pandemi covid 19, dimana pada tahun 2019 kapasitas produksi Anggota Asosasi AP3I tercatat sebanyak 38 juta ton. Hal ini tentunya menjadi tantangan serta memerlukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri. Upaya-upaya yang telah dilakukan Asosasi AP3I adalah dengan menyampaikan usulan rekomendasi kebijakan khususnya kepada para pemangku kepentingan, menerapkan prinsip industri hijau, penggunaan teknologi dan inovasi serta produk unggulan yang memiliki standard.
Pada kesempatan kali ini Asosiasi AP3I menyelenggarakan Workshop bertema :
Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai
Rantai Pasok Jasa Konstruksi dengan Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan dengan Prinsip Industri Hijau
Maksud dilaksanakan kegiatan ini untuk :
1. Menyampaikan kesiapan industri beton pracetak dan prategang sebagai rantai pasok jasa konstruksi untuk mendukung program pembanguan pemerintah di indonesia dengan produk unggulan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan prinsip industri hijau.
2. Mendapatkan informasi Rencana Proyek Strategis Nasional Kementerian terkait khususnya Proyek Giant Sea Wall.
3. Menyampaikan produk-produk unggulan beton pracetak dan prategang mutu tinggi, berbagi pengalaman penggunaan teknologi terbaik, serta inovasi industri sebagai bentuk kesiapan industri beton pracetak dan prategang.
Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk :
1. Mendapatkan arahan untuk industri beton pracetak dan prategang sebagai rantai pasok jasa konstruksi untuk mendukung program pembanguan pemerintah di indonesia dengan produk unggulan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan prinsip industri hijau.
2. Mendapatkan saran dan masukan supaya industri beton pracetak dan prategang terus berperan aktif dalam pembangunan nasional, dan mampu meningkatkan daya saing industri.
3. Kolaborasi antara pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk industri dan proyek konstruksi di Indonesia. Serta sharing informasi proyek, baik PSN, dan proyek yang dalam perencanaan kedepan.
4. Mengenalkan produk dan teknologi industri beton pracetak dan prategang serta mendorong penggunaan dan pengembangan beton pracetak dan prategang di Indonesia dalam Pameran.
Kegiatan ini dibagi menjadi 3 sesi dengan topik yang sedang hangat dibicarakan :
1. Industri beton pracetak dan prategang dengan prinsip industri hijau.
Dimana saat ini status Rancangan SIH Industri Beton Pracetak sedang mengantri untuk disahkan oleh Menteri Perindustrian.
2. Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall.
Sebagaimana yang kita ketahui, Presiden Prabowo Subianto menetapkan proyek Giant Sea Wall sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
3. Penerapan produk beton pracetak dan prategang mutu tinggi.
Teknologi beton yang terus berkembang tidak terlepas beton pracetak yang menggunakan prategang, hal ini bertujuan menambah efisiensi baik biaya dan waktu sekaligus menambah keandalan beton kinerja struktur beton.
NARASUMBER dan MATERI SESI 1
Industri beton pracetak dan prategang dengan prinsip industri hijau
1. Ir. Putu Nadi Astuti, S.T., M.Si.
Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Kementerian Perindustrian sebagai Pembina Asosiasi AP3I dengan maksud mendapatkan pengarahan untuk SIH, SNI Wajib, SNI Produk Beton Pracetak, TKDN, SIINAS serta bimbingan dalam mendukung program pemerintah.
2. Astika Andhini, S.Si., M.SE.
Pembina Industri Ahli Madya, Direktorat Pusat Industri Hijau, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian dengan maksud mendapatkan pengarahan untuk SIH Beton Pracetak serta arah kebijakan dan dukungan pemerintah dalam mendorong transformasi industri beton pracetak menuju industri hijau pasca penghargaan industri hijau.
3. M. Rusman Noertika, ST., MM.
Tim Perumus SIH Beton Pracetak Asosiasi AP3I dari PT Waskita Beton Precast Tbk. untuk menyampaikan sosialisasi Persyaratan Teknis dan Penjelasan untuk Aspek
Bahan Baku dan Bahan Penolong dalam Rancangan Standar Industri Hijau untuk Industri Beton Pracetak.
4. Jati Pambudi, ST., M.Pd.
OperationsManager Product Certification, Lembaga Sertifikasi PT TUV NORD Indonesia. Paparan yang disampaikan terkait Initial assessment dan audit industri hijau serta Fasilitas dan keuntungan yang ditawarkan untuk Anggota Asosiasi AP3I dimana Asosiasi AP3I telah menjalin kerjasama untuk Sertifikasi SIH Industri Beton Pracetak. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT TUV NORD Indonesia yang diwakili oleh Bapak GDE BAYU WICAKSANA selaku Direktur dengan Asosiasi AP3I yang diwakili oleh Ibu ELVI FADILAH selaku Ketua Umum dilaksanakan sesaat setelah Sesi 1 Workshop selesai.
Hal ini diupayakan oleh Pengurus Asosiasi AP3I sebagai bukti keseriusan dalam penerapan SIH Industri Beton Pracetak oleh Anggota Asosiasi AP3I.
NARASUMBER dan MATERI SESI 2
Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall
1. Andi Yulianti Ramli, ST. MSc. MPhil. PhD
Plt. Asdep. Infrastruktur Dasar Strategis, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, dengan maksud mendapatkan informasi Rencana Implementasi Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall serta Komposisi Peran Pemerintah dan Swasta.
2. Marasi Deon Joubert, ST., MPSDA
Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Sungai dan Pantai, Direktorat Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dengan maksud mendapatkan informasi PSN Giant Sea Wall, Kebijakan, Strategi, Program dan Anggaran Pemerintah Pusat serta Proses pengadaan produk beton pracetak pada proyek Giant Sea Wall.
3. Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, MT.
Praktisi Beton Pracetak sekaligus Dewan Pengawas Asosiasi AP3I. Materi paparan adalah Road Map Sistem Beton Pracetak dan Prategang untuk Giant Sea Wall, Usulan prototipe Beton Pracetak dan Prategang untuk Giant Sea Wall, serta Studi kasus pelaksanaan Giant Sea Wall.
NARASUMBER dan MATERI SESI 3
Penerapan produk beton pracetak dan prategang mutu tinggi
1. Ir. Gambiro, MT.
Bidang Teknologi Asosiasi AP3I, Tim Penyusun Rancangan SNI Asosiasi AP3I.
Beton Kinerja Ultra Tinggi (Ultra High Performance Concrete) : Teori dan Aplikasi pada Konstruksi Beton Pracetak.
2. Purnomo
PT Waskita Beton Precast Tbk.
Tiang Pancang Bulat Berongga Long Span Diameter 1,2 meter : Produksi Hingga Aplikasi Infrastruktur.
3. Bennito Binno Christiawan, ST, MSc.
PT OVM Prestressing Technology Indonesia
Sistem Prestressing pada Beton Kinerja Ultra Tinggi.
Workshop ini merupakan kesempatan yang baik untuk berdiskusi dan bertukar pikiran antara pelaku industri, SDM dan pemangku kepentingan yang terkait beton pracetak dan prategang. Diharapkan ada kolaborasi yang baik antara pelaku industri dan pemangku kepentingan. Diharapkan pula pelaku industri dan SDM mampu meningkatkan daya saing dan kinerja, mengurangi dampak negatif, dan berkontribusi secara positif terhadap pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya praktik berkelanjutan dalam industri beton pracetak dan prategang, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan positif dalam pola pikir dan tindakannya.
Kegiatan ini merupakan program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Asosiasi AP3I sebagai asosiasi terkait rantai pasok konstruksi yang telah terakreditasi sejak tahun 2020. Kegiatan ini diselenggarakan pada KAMIS tanggal 3 Juli 2025. Dilaksanakan secara hybrid dengan daring melalui zoom dan luring di Ruang Garuda Main Hall Lantai 2 Indonesia Convention Exhibition (ICE)
BSD Tangerang Banten serta streeming youtube @ap3ipusat. Peserta workshop berasal dari Anggota Asosiasi AP3I, Asosiasi terkait, Pemerintah terkait, Perguruan Tinggi, Konsultan, Industri Beton Pracetak dan Prategang, Swasta, Investor, Pengembang dan undangan terkait lainnya.
Selain pemaparan dalam Workshop, Anggota Asosiasi AP3I berkolaborasi menampilkan informasi produk-produk unggulan beton pracetak dan prategang dalam pameran IndoBuildThech Expo 2025 Sesi 1 yang diselenggarakan Rabu – Minggu tanggal 2 – 6 Juli 2025 di Hall ASS. Nusantara Lantai Dasar Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Banten.
Materi Workshop :
Dokumentasi Kegiatan
SHARING TECHNOLOGYBUILDING A SUSTAINABLE FUTURE :CANADIAN INNOVATION IN PRECAST CONCRETE ANDCORROSION-RESISTANT SOLUTION
SHARING TECHNOLOGY BUILDING A SUSTAINABLE FUTURE : CANADIAN INNOVATION IN PRECAST CONCRETE AND CORROSION-RESISTANT SOLUTION
19 Juni 2025
Dunia konstruksi saat ini telah mengalami transformasi besar berkat kehadiran teknologi modern dan inovasi yang terus dilakukan. Inovasi ini bukan hanya tentang kecepatan pembangunan, tapi juga tentang menciptakan proses yang lebih aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Industri beton pracetak dan prategang adalah jenis konstruksi berbasis industri manufaktur yang mempunyai kelebihan dalam aspek mutu yang terjaga, waktu pelaksanaan yang cepat, bahan baku terdapat di Indonesia, dan memenuhi konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development/green construction). Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (Asosiasi AP3I) adalah asosiasi rantai pasok jasa konstruksi dengan produk, teknologi dan inovasi yang telah banyak berperan dalam mendukung proyek infrastruktur serta bangunan gedung dan perumahan di Indonesia.
Pada kesempatan kali ini Asosiasi AP3I bekerjasama dengan Trade Commissioner for Infrastructure at the Embassy of Canada to Indonesia and Timor Leste, menyelenggarakan kegiatan
SHARING TECHNOLOGY
BUILDING A SUSTAINABLE FUTURE:
CANADIAN INNOVATION IN PRECAST CONCRETE AND
CORROSION-RESISTANT SOLUTION
Narasumber kegiatan ini berasal dari Perusahaan-Perusahaan Kanada yang menaruh minat untuk mengembangkan inovasi dan teknologinya di Indonesia. Jejaring internasional ini menjadi semakin penting dimana transfer teknologi dan knowledge sharing sangat kita perlukan untuk melihat perkembangan dari negara yang lebih maju, serta membangun partnership strategis yang dapat mendukung pembangunan nasional.
Narasumber dan Materi
1. Mr. Hardwin Zhen, P. Eng., PMP, MBA, President Director, EarthTech Group Ltd.
Materi :
Innovative EarthTech MSE, Alternative Seawall Solutions
e-PanelTM & e-WireTM Systems
2. Liao Haixue, P.Eng., P.E., MBA, NACE CP Specialist, Regional Manager, Senior Engineer, Vector Corrosion Technologies Ltd.
Materi :
Protection of Precast Elements to Extend the Service Life and Reduce Life Cycle Cost
3. Mr. Antoine Nourisson, Regional Manager Asia-Pacific, Giatec Scientific Inc.
Materi :
Revolutionizing the Concrete Industry
4. Phillip Searles, Director of Sales and Business Development, Lodestar Structural Engineering Ltd.
Materi :
Lodestar Structures Building System: Durable and Efficient Precast Solutions for Residential, Commercial, Institutional, and Institutional Building Construction
Kegiatan ini di Moderatori oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi AP3I Ir. Dudung Maulana Textianto. Serta pembawa acara Ibu Dewi Sari Trade Commissioner for Infrastructure at the Embassy of Canada to Indonesia and Timor Leste.
Mr. Francis Despatis, Second Secretary (Commercial) Trade Commissioner, Embassy of Canada hadir memberikan sambutan. Ketua Umum Asosiasi AP3I Ir. Elvi Fadilah, MBA hadir memberikan sambutan dan membuka acara.
Peserta workshop ini berasal dari Pengurus dan Anggota Asosiasi AP3I, akademisi, konsultan, kontraktor, pengembang serta undangan lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui zoom serta disiarkan langsung/Streaming di Youtube Asosiasi AP3I https://www.youtube.com/@ap3ipusat
Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan Sertifikat yang bernilai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) LPJK Kementerian PU. Informasi ketersediaan sertifikat akan kami sampaikan pada Instagram Asosiasi AP3I https://www.instagram.com/ap3ipusat/
Materi Sharing Technology :
Dokumentasi Kegiatan
Workshop Asosiasi AP3I Tahun 2025
WORKSHOP Asosiasi AP3I Tahun 2025
Penilaian Industri Hijau dalam Kategori Penghargaan : Transformasi Menuju Industri Hijau pada Industri Beton Pracetak
Jakarta, 22 April 2025
Penerapan SIH merupakan salah satu instrumen yang akan menjadi tulang punggung untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Social Development Goal’s/SDG’s), Environmental Social Governance (ESG), serta Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Selain itu, SIH juga berkontribusi terhadap pencapaian Net Zero Emission sektor industri manufaktur pada tahun 2050 atau lebih awal. Merujuk hal tersebut, Kemenperin menyatakan akan mendorong penerapan SIH untuk memperkuat akses pasar dan akses pendanaan, sekaligus menjadi pendorong pencapaian target dekarbonisasi. Oleh karena itu sangat penting bagi Anggota Asosiasi AP3I untuk segera mengimplementasikan “Standard Industri Hijau Beton Pracetak”.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 memperkuat komitmen transformasi industri hijau sebagai bagian dari agenda dekarbonisasi nasional. Dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 43% melalui dukungan internasional, sektor industri kunci seperti beton pracetak dituntut untuk berperan aktif dalam menerapkan prinsip keberlanjutan. Kolaborasi multisektor ini sejalan dengan visi Kemenperin untuk mencapai Net Zero Emissions 2050, sekaligus meningkatkan daya saing industri di pasar global.
Menyikapi urgensi tersebut, Asosiasi AP3I menyelenggarakan Workshop bertema
Penilaian Industri Hijau dalam Kategori Penghargaan : Transformasi Menuju Industri Hijau pada Industri Beton Pracetak
Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Utama Dr. Andriati Cahyaningsih, S.Si., M.Si. beliau adalah Pembina Industri Ahli Madya Pusat Industri Hijau Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, dan dimoderatori oleh M. Rusman Noertika, ST., MM. Pengurus Asosiasi AP3I Bidang Pengembangan SDM serta Tim Penyusun SIH Beton Pracetak dari PT Waskita Beton Precast Tbk.
Maksud dilaksanakan kegiatan ini untuk :
- Sosialisasi Kebijakan: Memperkenalkan secara komprehensif mekanisme Penilaian Industri Hijau Kategori Penghargaan: Transformasi Menuju Industri Hijau khusus untuk industri beton pracetak, sesuai standar Kemenperin dalam kerangka AIGIS 2025.
- Penyiapan Strategi: Membuka ruang diskusi mendalam antara anggota AP3I dengan tenaga ahli Kemenperin guna memetakan tantangan dan solusi dalam memenuhi kriteria penghargaan.
Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk:
- Pemahaman Kriteria: Membantu industri beton pracetak/prategang memahami persyaratan teknis penilaian (e.g., efisiensi energi, pengelolaan limbah, dekarbonisasi) dan menyusun action plan untuk mencapai penghargaan.
- Implementasi Praktis: Memberikan pedoman operasional dalam mengadopsi praktik berkelanjutan (sirkular ekonomi, reduksi emisi GRK) yang terintegrasi dengan proses produksi.
- Kesiapan Anggota AP3I: Memastikan seluruh peserta workshop dapat memulai persiapan unit produksinya sesuai checklist kriteria industri hijau, termasuk penyiapan dokumen dan pembenahan proses.
Sebagai hasil dari workshop ini, langkah tindak lanjut yang disepakati adalah sebagai berikut:
- Asosiasi AP3I akan mengkaji kemungkinan penyelenggaraan sesi pelatihan teknis lanjutan, yang fokus pada pendalaman materi terkait persiapan pendaftaran dan penyusunan dokumen untuk mengikuti Penghargaan Industri Hijau kategori Transformasi Menuju Industri Hijau.
- Asosiasi AP3I akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara anggota asosiasi dengan Kementerian Perindustrian, terutama dalam proses pendaftaran, unggah dokumen ke SIINas, serta pelaksanaan penilaian dalam rangka Penghargaan Industri Hijau tahun 2025.
Melalui workshop ini, anggota AP3I diharapkan dapat secara sistematis mempersiapkan unit produksinya menuju standar industri hijau, khususnya untuk kategori penghargaan transformasi. Tidak hanya sebagai upaya meraih pengakuan, langkah ini juga menjadi bagian integral dari kontribusi sektor beton pracetak dalam mendukung target dekarbonisasi Kemenperin. Melalui pendampingan tenaga ahli Kemenperin, peserta workshop akan mendapatkan pemahaman komprehensif untuk memenuhi kriteria penilaian industri hijau, sekaligus menyusun langkah-langkah konkret dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di unit produksi masing-masing.
Peserta workshop ini berasal dari Pengurus dan Anggota Asosiasi AP3I, bersamaan dengan Halalbihalal Pengurus dan Anggota Asosiasi AP3I Hari Raya Idul Fitri – Syawal 1446 H. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Sekretariat Asosiasi AP3I dan melalui zoom. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan Sertifikat yang bernilai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) LPJK Kementerian PU.
Materi dapat diunduh pada :
Materi Workshop Asosiasi AP3I Tahun 2025
Dokumentasi Kegiatan
SEMINAR INTERNASIONAL 2024 – UHPC
SEMINAR INTERNASIONAL 2024
ULTRA HIGH PERFORMANCE CONCRETE (UHPC):
A GAME CHANGER FOR CONSTRUCTION INDUSTRY FOR MORE SUSTAINABLE INFRASTRUCTURES
Rabu, 20 November 2024
Gedung Mochtar Riady, Plaza Quantum (MRPQ) Lantai 4 Kampus Fakultas Teknik Universitas Indonesia – Depok Jawa Barat
Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada hampir semua sektor kehidupan, tidak terkecuali pada sektor industri konstruksi, termasuk teknologi beton. Teknologi beton kualitas tinggi, Ultra High Performance Fibre-Reinforced Concrete (UHPFRC) atau sering juga disebut Ultra High Performance Concrete (UHPC). UHPC merupakan terobosan teknologi beton berkinerja tinggi dengan material khusus yang memiliki kekuatan berlipat dibandingkan beton biasa. Beton ini lebih tahan lama, mempercepat waktu konstruksi, memiliki umur layanan yang lebih panjang, menghemat biaya, bobot yang lebih ringan, ramah lingkungan, dan membutuhkan pemeliharaan yang minimal. Dengan keunggulan tersebut, UHPC diyakini akan menjadi tren masa depan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan industri konstruksi global.
Asosiasi AP3I merupakan asosiasi rantai pasok yang membentuk komunitas industri dan konstruksi beton pracetak dan prategang dengan memperkuat kerjasama industri hulu, menengah dan hilir. Guna lebih memperkenalkan Asosiasi AP3I dan Anggotanya serta peranannya dalam pembangunan, Asosiasi AP3I menyelenggarakan Seminar Goes to Campus (SGtC). Seminar Goes to Campus ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Asosiasi AP3I di bidang pendidikan dengan mengadakan acara seminar yang berkaitan dengan beton pracetak dan prategang.
Pada kesempatan kali ini Asosiasi AP3I bekerjasama dengan Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan didukung oleh DURA Technology Sdn Bhd Malaysia menyelenggarakan SEMINAR INTERNASIONAL 2024 dengan tema ULTRA HIGH PERFORMANCE CONCRETE (UHPC): A GAME CHANGER FOR CONSTRUCTION INDUSTRY FOR MORE SUSTAINABLE INFRASTRUCTURES.
Hadir memberikan sambutan dan laporan panitia Ir. Elvi Fadhilah, MBA Ketua Umum Asosiasi AP3I, dan kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc. Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik – Universitas Indonesia.
Sebelum sesi materi berlangsung hadir memberikan keynote speech Ir. Abdul Muis, M.T. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Beliau menyampaikan informasi Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU Tahun 2025 untuk mewujudkan ketahanan pangan, air dan energi. Kebutuhan sumber daya material dan peralatan konstruksi khususnya beton pracetak di TA 2025 sebesar 961.496 ton. Perlu tata kelola dan inovasi untuk memastikan ketersediaan pasokan beton pracetak secara berkelanjutan. Beliau juga menyampaikan perlunya kolaborasi dan sinergi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya teknologi tidak hanya menawarkan efisiensi dan ketahanan yang lebih baik, tetapi juga menjawab tantangan keberlanjtan dengan mengurangi jejak karbon dan memperpanjang umur layanan infrastruktur dengan penerapan yang harus sesuai dengan ketentuan paraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seminar Internasional ini menghadirkan Narasumber dari dalam dan luar negeri :
- Ir. Dudung Maulana Textianto, Sekretaris Jenderal Asosiasi AP3I, beliau juga bekerja di PT Adhi Persada Beton sebagai Tenaga Ahli, dengan materi Kebutuhan Industri Beton UHPC bagi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia.
- Ir. Ignatius Harry Sumartono, M.T., I.P.M., Penelitian S2 – Mahasiswa Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, beliau juga bekerja di PT Wijaya Karya Beton Tbk., dengan materi Pengembangan Reactive Powder Concrete (RPC) Pada Skala Industri dengan Memanfaatkan Material Lokal Untuk Balok Jembatan Prategang.
- Fadhilah Muslim, S.T., M.Sc., Ph.D., DIC., Dosen Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, dengan materi Ultra High Performance Concrete: From Theories to Applications.
- A Prof. Ir Dr. Voo Yen Lei, Founder/CEO Dura Technology Sdn Bhd, Malaysia. The 1st Winner in the Bridge Category of the ACI Excellence in Concrete Construction Award 2024, USA., dengan materi UHPC The Game Changer of Construction Industry; Dura Innovation and Worldwide Experience.
Dengan Moderator Dr. Jessica Sjah, S.T., M.T., M.Sc. Dosen Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Materi dapat diunduh pada : https://s.id/MateriSeminarUHPC

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari Seminar Goes to Campus dalam rangka vokasi dan edukasi kepada civitas akademika dan masyarakat umum mengenai perkembangan industri beton pracetak dan prategang khususnya ULTRA HIGH PERFORMANCE CONCRETE (UHPC).
Penggunaan UHPC sudah mulai meluas di berbagai belahan dunia dan terbukti telah memberi manfaat yang luar biasa bagi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Melalui Seminar ini diharapkan produk UHPC dapat tersosialisasi secara optimal kepada seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta hingga perguruan tinggi sehingga Indonesia dapat segera mendapatkan manfaatnya dan berdampak luas untuk pembangunan nasional. Kegiatan ini menjadi platform penting bagi para mahasiswa, dosen dan pelaku industri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman serta menambah wawasan khususnya dalam bidang inovasi teknologi beton pracetak dan prategang.
Kegiatan Seminar Internasional 2024 ini dilaksanakan secara hybrid pada Rabu 20 November 2024 bertempat di Gedung Mochtar Riady, Plaza Quantum (MRPQ) Lantai 4 Kampus Fakultas Teknik Universitas Indonesia – Depok Jawa Barat, dan daring melalui zoom serta disiarkan/Streaming di Youtube Asosiasi AP3I https://www.youtube.com/@ap3ipusat
Pada akhir kegiatan seminar ini ditutup oleh Andyka Kusuma, S.T., M.Sc., Ph.D Sekretaris Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Kegiatan ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari peserta yang terdiri dari civitas akademika, dosen, mahasiswa S1-S2-S3, Anggota Asosiasi AP3I, Instansi, Lembaga, serta para undangan terkait lainnya. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan Sertifikat yang bernilai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) LPJK Kementerian Pekerjaan Umum. Informasi ketersediaan sertifikat akan kami sampaikan pada Instagram Asosiasi AP3I https://www.instagram.com/ap3ipusat/

Dokumentasi Kegiatan
Workshop Konstruksi Indonesia 2024
Workshop Konstruksi Indonesia 2024
Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi Mendukung Program Rumah Hunian Sistem Modular di Indonesia dengan Bahan Baku Semen Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Kamis, 7 November 2024
Garuda 7 – Lantai 2 – ICE BSD

Dalam rantai pasok jasa konstruksi yang semakin dituntut untuk efisien dan efektif, para pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (Asosiasi AP3I) berupaya untuk manghadirkan inovasi yang berorientasi pada peningkatan manfaat dan nilai tambah bagi para pengguna serta menyelaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan merupakan hal yang penting dalam industri beton pracetak dan prategang sebagai upaya mewujudkan pembangunan konstruksi yang berkelanjutan diantaranya adalah semen ramah lingkungan.
Pembangunan berkelanjutan adalah konsep pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Dalam konteks lingkungan, pembangunan berkelanjutan berarti mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam. Pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi focus utama dalam berbagai sektor, termasuk konstruksi. Salah satu inovasi yang berperan penting dalam mempercepat proses pembangunan berkelanjutan adalah teknologi beton pracetak dan prategang. Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi beton pracetak dan prategang dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan pembangunan secara cepat dan efektif.
Dibidang bangunan gedung dan perumahan, sistem modular adalah metode konstruksi yang menggunakan komponen prefabrikasi untuk membangun struktur. Karakteristik utama dari sistem ini adalah fleksibilitas desain, dimana komponen dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Sistem modular juga menawarkan efisiensi waktu dan biaya, karena banyak elemen yang dapat diproduksi secara bersamaan di pabrik sebelum dirakit di lokasi. Ini adalah pendekatan yang revolusioner dalam dunia konstruksi dan sangat relevan untuk kebutuhan perumahan di Indonesia.
Industri beton pracetak dan prategang adalah jenis konstruksi berbasis industri manufaktur yang mempunyai kelebihan dalam aspek mutu yang terjaga, waktu pelaksanaan yang cepat, serta bahan baku terdapat di Indonesia. Saat ini pemerintah telah mendorong penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan sebagai upaya mewujudkan pembangunan konstruksi yang berkelanjutan diantaranya adalah semen ramah lingkungan yang merupakan bahan baku penting dalam industri beton pracetak dan prategang. Dengan demikian industri beton pracetak dan prategang mampu menyelaraskan pembangunan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada pertengahan tahun 2024, kapasitas produksi Anggota Asosasi AP3I tercatat sebanyak 26,8 juta ton dari 71 pabrik yang tersebar di Indonesia. Kapasitas ini cenderung turun sejak tahun 2020 akibat pandemi covid 19, dimana pada tahun 2019 sebelum pandemi kapasitas produksi Anggota Asosasi AP3I tercatat sebanyak 38 juta ton. Hal ini tentunya menjadi tantangan serta memerlukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri. Upaya-upaya yang telah dilakukan Asosasi AP3I adalah dengan
menyampaikan usulan rekomendasi kebijakan khususnya kepada para pemangku kepentingan.
Pada kesempatan kali ini Asosiasi AP3I menyelenggarakan Workshop yang diselenggarakan dalam Konstruksi Indonesia 2024 (info lebih lanjut: https://konstruksiindonesia.pu.go.id/), dengan tema “Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi Mendukung Program Rumah Hunian Sistem Modular di Indonesia dengan Bahan Baku Semen Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”.
Dalam kegiatan ini ada beberapa agenda yang dilaksanakan :
- Workshop dengan menghadirkan Narasumber :
- Akhmad Syamsuddin, ST., MBA, beliau adalah Direktur Operasional RMC dan Precast PT Motive Mulia yang telah berpengalaman dalam bidang precast termasuk sistem Modular.
- Syarif Hidayat, ST., beliau adalah Head of Technical Marketing and R&D PT Cemindo Gemilang Tbk. produsen bahan baku semen yang ramah lingkungan dengan materi Semen Non OPC sebagai Solusi Alternatif Pembangunan Berkelanjutan.
- Stake holder untuk memaparkan konsep penyelenggaraan pembangunan 3 juta rumah hunian, dengan mengundang Narasumber dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Kementerian Pekerjaan Umum.
- Serta menghadirkan Narasumber dari Anggota Asosiasi AP3I untuk menyampaikan teknologi dan produk unggulan beton pracetak dan prategang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dari PT Adhimix PCI Indonesia.
Workshop dimoderatori oleh Pengurus Asosiasi AP3I :
- Ir. Verly Widiantoro, ST., MT., MBA, IPM, ASEAN Eng. selaku Bendahara Umum dan
- Ir. Prijasambada, MM., MT. selaku Ketua Bidang Pengembangan SDM Asosiasi AP3I.
- Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi AP3I Pergantian Antar Waktu (PAW).
- Wakil Ketua Umum I Sugiharto, MM. – PT Waskita Beton Precast Tbk. digantikan oleh Itung Prasaja
- Ketua Bidang Teknologi Bambang Dwi Wijayanto, ST., MM. – PT Waskita Beton Precast Tbk. digantikan oleh Anak Agung Gede Sumadi
- Ketua Bidang Organisasi dan Internal Siswanto, ST., MMT. – PT Adhi Persada Beton digantikan oleh Putu Martha Santana, ST.
- Business Matching untuk mempertemukan para pelaku bisnis dan calon mitra bisnis, yang akan dipandu oleh koordinator dari Pengurus Asosiasi AP3I :
- Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, MT.
- Ir. J. Tjintatmijarsa, MSc. DIC
- Rusman Noertika, ST., MM.
Acara ini merupakan kesempatan yang baik untuk berdiskusi dan bertukar pikiran antara pelaku industri, SDM dan pemangku kepentingan yang terkait beton pracetak dan prategang. Diharapkan ada kolaborasi yang baik antara pelaku industri dan pemangku kepentingan. Diharapkan pula pelaku industri dan SDM mampu meningkatkan daya saing dan kinerja, mengurangi dampak negatif, dan berkontribusi secara positif terhadap pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya praktik berkelanjutan dalam industri beton pracetak dan prategang, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan positif dalam pola pikir dan tindakannya.
Asosiasi AP3I merupakan asosiasi rantai pasok yang membentuk komunitas industri dan konstruksi beton pracetak dan prategang dengan memperkuat kerjasama industri hulu, menengah dan hilir yang bernaung pada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Peran LPJK sangat diperlukan bagi tumbuh kembang Asosiasi AP3I dan para Anggotanya yang telah banyak berperan mendukung proyek infrastruktur serta bangunan gedung dan perumahan di Indonesia. Kegiatan ini didaftarkan sebagai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) LPJK. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan Sertifikat yang bernilai PKB. Informasi ketersediaan sertifikat akan kami sampaikan pada Instagram Asosiasi AP3I https://www.instagram.com/ap3ipusat/
Kegiatan Workshop Konstruksi Indonesia 2024 ini dilaksanakan pada Kamis, 7 November 2024. Diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Garuda 7 Lantai 2 ICE BSD Tangerang, dan daring melalui zoom serta disiarkan/Streaming di Youtube Asosiasi AP3I
https://www.youtube.com/@ap3ipusat
Kegiatan ini mengundang hadir sebagai Peserta berasal dari Pengurus dan Anggota Asosiasi AP3I, Asosiasi terkait, Instansi, Kementerian, Lembaga, Perguruan Tinggi, Konsultan, Industri Beton Pracetak dan Prategang, Pengembang, Swasta, Investor serta undangan terkait lainnya. Kegiatan ini didukung oleh Anggota Asosiasi AP3I serta membuka kesempatan kepada Mitra Asosiasi AP3I untuk memberikan dukungan dan berkolaborasi serta berperan aktif dalam worksop dan Business Matching.
Materi Kegiatan :
https://s.id/MateriWorkshop-07-11-2024
Dokumentasi Kegiatan
Workshop “Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi untuk Mendukung Program Pembangunan Pemerintah di Indonesia dengan Teknologi dan Produk Unggulan yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”
Workshop “Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi untuk Mendukung Program Pembangunan Pemerintah di Indonesia dengan Teknologi dan Produk Unggulan yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”
Jum’at, 09 Agustus 2024
Ruang Garuda Main Hall 1B Lantai 2 – ICE BSD
dalam IndoBuildTech Expo 2024 Sesi 2
Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (Asosiasi AP3I) adalah asosiasi rantai pasok jasa konstruksi yang bernaung pada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Peran LPJK sangat diperlukan bagi tumbuh kembang Asosiasi AP3I dan para Anggotanya yang telah banyak berperan mendukung proyek infrastruktur serta bangunan gedung dan perumahan di Indonesia.
Pada pertengahan tahun 2024, kapasitas produksi Anggota Asosasi AP3I tercatat sebanyak 26,8 juta ton dari 71 pabrik yang tersebar di Indonesia. Kapasitas ini cenderung turun sejak tahun 2020 akibat pandemi covid 19, dimana pada tahun 2019 sebelum pandemi kapasitas produksi Anggota Asosasi AP3I tercatat sebanyak 38 juta ton. Hal ini tentunya menjadi tantangan serta memerlukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri. Upaya-upaya yang telah dilakukan Asosasi AP3I adalah dengan menyampaikan usulan rekomendasi kebijakan khususnya kepada para pemangku kepentingan.
Pada 24 April 2024 Asosiasi AP3I telah menyelenggarakan Workshop “Peran Pemerintah untuk Industri Beton Pracetak dan Prategang pada Pembangunan yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Indonesia”, dengan narasumber yang berasal dari Pusat Industri Hijau Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian dan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Berbahaya Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta mendapat arahan dengan keynote speech dari Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Kementerian Perindustrian.
Pada Kesempatan kali ini Asosiasi AP3I workshop lanjutan dengan tema :
Workshop “Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang sebagai Rantai Pasok Jasa Konstruksi untuk Mendukung Program Pembangunan Pemerintah di Indonesia dengan Teknologi dan Produk Unggulan yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan”
Workshop ini diselenggarakan atas kerjasama Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (Asosiasi AP3I) dan Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI) didukung oleh LPJK Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Menghadirkan Narasumber dari para stake holder untuk memaparkan rencana dan strategi tahun 2025 – 2030. Menghadirkan Narasumber dari Anggota Asosiasi AP3I untuk menyampaikan kesiapannya dalam mendukung Program Pembangunan Pemerintah di Indonesia dengan teknologi dan produk unggulan beton pracetak dan prategang yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Acara ini merupakan kesempatan yang baik untuk berdiskusi dan bertukar pikiran antara pelaku industri, SDM dan pemangku kepentingan yang terkait beton pracetak dan prategang. Diharapkan ada kolaborasi yang baik antara pelaku industri dan pemangku kepentingan. Diharapkan pula pelaku industri dan SDM mampu meningkatkan daya saing dan kinerja, mengurangi dampak negatif, dan berkontribusi secara positif terhadap pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya praktik berkelanjutan dalam industri beton pracetak dan prategang, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan positif dalam pola pikir dan tindakannya.
Kegiatan workshop ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian Workshop Asosiasi AP3I Tahun 2024 yang dilaksanakan pada 7 – 9 Agustus 2024 dalam kegiatan IndoBuildTech Expo 2024 Sesi 2 di ICE BSD Tangerang Banten. Peserta workshop dari Anggota Asosiasi AP3I, IAPPI, Asosiasi terkait, Pemerintah terkait, Perguruan Tinggi, Konsultan, Industri Beton Pracetak dan Prategang, Pengembang, Swasta, Investor dan undangan terkait.
Workshop hari ketiga ini diselenggarakan pada hari Jum’at tanggal 9 Agustus 2024 di Ruang Garuda Main Hall 1B Lantai 2 – ICE BSD Tangerang Banten.
MATERI, NARASUMBER DAN MODERATOR
Sesi 1 workshop dimoderatori oleh Ir. Dudung Maulana Textianto selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi AP3I, menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan materi :
Rencana Proyek Strategis Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk Tahun 2025-2030
Dalam hal ini diwakili oleh : Andias Mintoharjo, S.T., M.T.
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Madya
Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Sesi 2 Workshop dimoderatori oleh Ir. J. Tjintatmijarsa, MSc., DIC selaku Anggota Bidang Pengembangan SDM DPP Asosiasi AP3I, menghadirkan narasumber Anggota AP3I dengan materi :
1. Precast Concrete Slab Track Innovaion on Railway Infrastructure
Narasumber : PT Wijaya Karya Beton Tbk. – Ir. Ignatius Harry Sumartono, M.T.
2. Sharing Technology Pabrik Beton Pracetak Produksi PC Spun Pile
Narasumber : PT Indo Karya Beton – Mukti Ali, S.T.
Sesi 3 workshop dimoderatori oleh M. Rusman Noertika, ST., MM. selaku Anggota Bidang Pengembangan SDM DPP Asosiasi AP3I, menghadirkan 2 narasumber dengan materi :
1. Green Investments – Pengelolaan Pendanaan Perubahan Iklim
Narasumber : Eko Prasondita, S.Hut., M.Sc.
Plt. Kepala Divisi Penyaluran Pinjaman
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
2. Penerapan Material Beton Ramah Lingkungan dengan Substitusi Semen
untuk Bangunan Konstruksi Berkelanjutan
Narasumber : PT Adhi Persada Beton – Anggi Akbar Hawardi Siregar, S.T.
Sesi 4 workshop dimoderatori oleh Ir. Dudung Maulana Textianto selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi AP3I, menghadirkana narasumber dengan materi :
1. Rencana Strategis untuk Proyek Konstruksi Tahun 2025-2030
Narasumber : Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA. PhD
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
2. Penerapan High Density Concrete dalam Cor Insitu dan Precast
Narasumber :
Ir. Rani Kardiani, ST., MM. – PT Nindya Karya
Adi Abdul Hafiz – PT Motive Mulia
Sesi 5 workshop
dimoderatori oleh Ir. J. Tjintatmijarsa, MSc., DIC, selaku Anggota Bidang Pengembangan SDM DPP Asosiasi AP3I, menghadirkan narasumber dengan materi:
Trimble
Marine Construction + BIM Integration
Narasumber : PT Allterra Geospasial Indonesisa – Ketty Narulita dan Winarto
Materi Workshop Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang dapat didownload pada link berikut :
https://s.id/MateriWorkshopAP3I0908
Dokumentasi Workshop Kesiapan Industri Beton Pracetak dan Prategang